UMKM DI INDONESIA DAN PERSIAPAN MENUJU ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

Lokot Zein Nasution(1)

(1) Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 2955 , PDF Unduh: 2359
Kata Kunci: AEC 2015, Permasalahan Internal dan Eksternal, Resiko UMKM, Daya Saing

Abstrak

Terbentuknya ASEAN Economic Community (AEC) pada Desember 2015 menjadikan ASEAN sebagai kawasan perdagangan terintegrasi bebas hambatan. Tujuannya adalah untuk menciptakan kawasan regional yang mempunyai daya saing tinggi dan pembangunan ekonomi yang lebih merata. Namun, rencana pelaksanaan AEC 2015 mendapatkan kritik karena dinilai akan merugikan perekonomian domestik, terlebih bagi pelaku lemah seperti UMKM. Sehingga, tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat kesiapan, tantangan, dan strategi pengembangan UMKM dalam menghadapi AEC 2015. Hasil analisis berdasarkan pengolahan data sekunder dan tinjauan literatur kritis menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia masih mempunyai tingkat resiko yang tinggi, khususnya dalam pasar internasional. Masih tingginya resiko UMKM disebabkan permasalahan internal dan eksternal. Aspek internal adalah dari kondisi UMKM yang masih mempunyai nilai tambah yang rendah dan inefisiensi produksi; sedangkan aspek eksternal adalah dari sisi kebijakan seperti lemahnya perbaikan infrastruktur, tingginya biaya transaksi, dan tingginya resiko makro ekonomi yang belum mendukung. Kondisi demikian memposisikan UMKM mempunyai daya saing yang lemah dalam menghadapi AEC 2015. Dari posisi UMKM yang demikian, maka kesiapannya dalam menghadapi AEC juga menjadi sangat lemah. Sehingga orientasi kebijakan yang dilakukan harus ditekankan pada perbaikan aspek internal maupun eksternal. Perbaikan aspek internal melalui: (i) penguatan aksesbilitas permodalan; (ii) perbaikan kapasitas dan kualitas produksi; dan (iii) perbaikan kualitas pemasaran. Sedangkan aspek eksternal melalui: (i) perbaikan infrastruktur; dan (ii) perbaikan dalam efisiensi birokrasi. Strategi lain yang perlu diupayakan jika perbaikan aspek internal dan eksternal memerlukan waktu lama (time lag) adalah dengan mengoptimalkan potensi pasar domestik melalui peran pemerintah dan perbankan. Diharapkan, beberapa strategi tersebut dapat memperkuat kesiapan UMKM dalam menghadapi AEC 2015.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

1. Alvarez, R.E. Sources of export success in small- and medium-sized enterprises: the impact of public programs. International Business Review. 2004 Volume 13, Issue 3, pp.383–400.
2. APEC, Small and Medium Enterprises. (internet) 2013. (cited 2013 05 December 2014) Avaliable from: http://www.apec.org
3. Association of Southeast Asian Nations. 2008. ASEAN Economic Community Blueprint. ASEAN Secretariat: Jakarta
4. Bank Indonesia. Kredit UMKM. (internet) 2014. (cited 2014 28 Januari) Available from:http://www.bi.go.id
5. Barbara, F., Fliess, B. The Role Trade Barriers in SME Internalization. 2006 OECD Trade Policy Working Paper, No. 45
6. Basu, S.B. A Cricital Look at the ASEAN Economic Community Scorecard. (internet) 2012. (cited 2014 Dec 14) Available from:http://www.eastasiaforum.org
7. BPS. 2014. Profil Industri Kecil dan Mikro 2010, Desember, Jakarta
8. BPS. 2014. Perkembangan UMKM pada Periode 1997-2012, Jakarta
9. Bruhn, Miriam and Karlan, Dean S. and Schoar A. 2012. The Impact of Consulting Services on Small and Medium Enterprises: Evidence from a Randomized Trial in Mexico. CEPR Discussion Paper No. DP8887. http://ssrn.com/abstract=2034105.
10. Chia, S.Y. The ASEAN Economic Community: Progress, Challenges, and Prospects. ADBI Working Paper Series. 2013 No. 440
11. Chittithaworn, C., et all. Factors Affecting Business Success of Small & Medium Enterprises (SMEs) in
Thailand. Asian Social Science. 2011 Vol. 7, No. 5, May.
12. Constantin, D. L. Small and Medium Enterprises, Regional Development and Networking: The Emerging Framework in Romania. 2002 Romanian Journal of European Affairs. Vol. 2, No.4.
13. Cunningham, L. X. & Rowley, C. Human resource management in Chinese small and medium enterprises. Personnel Review. 2007 36(3), 415-439.
14. Gilberto Santosa, Fátima Mendesb, Joaquim B. Certification and integration of management systems: the experience of Portuguese small and medium enterprises. Journal of Cleaner Production. 2012 Volume 19, Issues 17–18, pp. 1965–1974.
15. Hamid, E.S. 2010. Pengembangan UMKM untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Simposium Nasional: Menuju Purworejo Dinamis dan Kreatif.
16. Hartanto, A.D., Cahyono, T., Dewani, N.A.T. SMEs Competitiveness Analysis in Probolinggo East Java Province, Journal of Global Entrepreneurship. 2013 Vol 5 No. 1, pp 24-38.
17. Hendrawan, B. The Small Medium-Sized Enterprise’s Characteristic in Batam Free Trade Zone that Able to Acquire Debt. Procedia Economics and Finance. 2012 Vol 4, 76-85.
18. Hutagaol, P., et all. Analisis Daya Saing Susu Murni Produksi Koperasi dan Formulasi Kebijakan Peningkatan Daya Saingnya di Pasar Dalam Negeri: Studi Kasus Pada Koperasi Susu di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekonomi. 2011 Vol. XXI. No. 2, 60-77.
19. Idar, R., Yussof, Y., and Mahmood, R. The Effect of Market Orientation as Mediator to Strategic Planning Practices and Performance Relationship: Evidence from Malaysian SMEs. Procedia Economics and Finance. 2012 Vol 4, 68-75.
20. Irjayanti, M., and Azis, A. M. Barrier Factors and Potential Solution for Indonesian SMEs. Procedia Economics and Finance. 2012 Vol 4, 3-12.
21. Jiang, B. Flexible Business Process Integration for Clusters of Small-Medium Sized Enterprises in Heterogenous Environment. Journal of Software. 2009 Vol. 4, No. 4, June.
22. Karyawati, G. Laporan Keuangan UMKM Alternatif Agunan Kredit UMKM. UMKM Outlook 2014, Membangun Kewirausahaan Berbasis Usaha Masyarakat. 2014
23. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. 2014. Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2008-2012.
24. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. 2014. Kriteria Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menurut UU No. 20 Tahun 2008 Tentang UMKM.
25. Kenan Institute Asia. 2012. The ASEAN SME Regional Development Fund Conceptual
Framework. Ministry of Foreign Affairs, Kingdom of Thailand.
26. Lin, Justin Yifu & Yongjun Li. Promoting the Growth of Medium and Small-sized Enterprises through the Development of Medium and Small-sized Financial Institutions. Economic Research Journal 2011-01.
27. Marijan K. Mengembangkan Industri Kecil Menengah Melalui Pendekatan Kluster. INSAN. 2005 Vol. 7 No. 3, Desember.
28. Moore Samuel B.; Susan L. Manring. Strategy development in small and medium sized enterprises for sustainability and increased value creation. Journal of Cleaner Production. 2009 Vol. 17, Issue 2, Pages 276–282.
29. Mourougane, A. Promoting SME Development in Indonesia. OECD Economics Department Working Papers. 2012 No. 995, OECD Publishing.
30. Nasution, D. Membangun Kelembagaan Ekonomi untuk Mendukung Daya Tahan dan Daya Saing. Prosiding Seminar Nasional & Sidang Pleno ISEI XVI. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia. 2013
31. Panggabean R. 2007. Profil Inkubator dalam Penciptaan Wirausaha Baru. Kementerian KUKM: Jakarta.
32. Pawitan, G. Characteristics of Small Medium Manufacturing Industries in The Era of ACFTA : Case Study From West Java. Procedia Economics and Finance. 2012 Vol 4, 130-139.
33. Ramdhansyah& Silalahi, S.A. Pengembangan Model Pendanaan UMKM Berdasarkan Persepsi UMKM. Jurnal Keuangan dan Bisnis. 2013 Vol.5, No. 1
34. Setiawan, A. H. Fleksibilitas Strategi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah. Dinamika Pembangunan. Vol. 2004 1, No. 2, Desember, 118-124.
35. Sin, K.C. The Success Stories of Malaysian SMEs in Promoting and Penetrating Global Markets through Business Competitiveness Strategies. Asia Research Centre, CBS, Copenhagen Discussion Papers. 2010, No. 33
36. Sudarno. Kontribusi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Depok. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Humaniora Epigram. 2012 Vol 9, No 1
37. Suyatna, H. 2012. Reorientasi Kebijakan UMKM di Era Asia China Free Trade Area (ACFTA). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: UGM Yogyakarta.
38. Tambunan, T. Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015: Peluang, Tantangan dan Ancaman Bagi UMKM Indonesia. Prosiding Seminar Nasional & Sidang Pleno ISEI XVI. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia. 2013
39. Utama, A. Perusahaan Dalam Era Persaingan Global Melalui Aliansi Strategis. Kajian Bisnis. 2003 No. 30, Desember, 57-73.
40. Wiyadi. Pengukuran indeks daya saing industry kecil menengah (IKM) di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis. 2009 Vol. 13, No. 1, pp. 77-92.
41. World Economic Forum (WEF). (internet) 2011. (cited 2015 Jan 29) Available from http://www.bappenas.go.id
42. Yustika, A.E; 2008. Ekonomi Kelembagaan ; Definisi, Teori dan Strategi. Bayu Media Publishing: Malang.
43. Yustika, A.E. 2009. Ekonomi Politik: Kajian Teoritis dan Analisis Empiris; Pustaka Pelajar; Yogyakarta.
Diterbitkan
2020-07-01
Bagaimana Mensitasi
Nasution, L. (2020). UMKM DI INDONESIA DAN PERSIAPAN MENUJU ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 8(3). https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v8i3.291