EFISIENSI USAHATANI DENGAN PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI

Kasus di Desa Pagarsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan

Yanter Hutapea(1)

(1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 3335 , PDF Unduh: 2433
Kata Kunci: Usahatani padi, SL-PTT, inovasi, efisiensi

Abstrak

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi (SL-PTT) di lakukan tidak terikat dengan ruang kelas, menjadi tempat pendidikan nonformal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, utamanya dalam mengenali potensi, penyusunan rencana usahatani, mengatasi permasalahan. Pengkajian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi usahatani padi akibat penerapan inovasi, biaya yang dikeluarkan, produksi dan pendapatan usahatani padi yang diperoleh sebelum dan sesudah pelaksanaan SL-PTT Padi dan antara petani peserta dan bukan peserta SL-PTT Padi. Kajian ini dilakukan pada musim hujan 2010/2011 di Desa Pagarsari kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan pendekatan sebelum dan sesudah penerapan teknologi dan dengan dan tanpa penerapan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Dibanding bukan petani peserta, maka petani peserta SL-PTT Padi lebih memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mengetahui perkembangan inovasi yang dibuktikan dari lebih aktifnya mereka ikut dalam pertemuan kelompok dan belajar pada petak percontohan. Manfaat ekonomi yang diperoleh setelah mengikuti SL-PTT Padi adalah semakin menurunnya biaya pokok untuk menghasilkan gabah kering panen dari Rp 1.384,22/kg menjadi Rp 1.229,56/kg. Efisiensi ini juga dibuktikan dengan semakin meningkatnya Nilai R/C dari 1,8 menjadi 2,43 dan nilai MBCR sebesar 5,3. Dibanding dengan petani bukan peserta, maka pada musim tanam yang sama petani peserta lebih efisien dibanding bukan peserta. Biaya pokok pokok untuk menghasilkan gabah kering panen pada petani peserta Rp 1.229.56/kg sedangkan bukan peserta sebesar Rp 1.364,18. Nilai R/C usahatani padi petani peserta 2,44 sedangkan bukan peserta sebesar 2,20 dengan nilai MBCR sebesar 3,97.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 2008. Inovasi Teknologi Padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
2. Sumarno, I.G. Ismail, dan S. Partohardjono. 2000. Konsep usahatani ramah lingkungan. Dalam Makarim et al. (Eds). Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan IV. Tonggak Kemajuan Teknologi Produksi Tanaman Pangan. Konsep dan Strategis Peningkatan Produksi Pangan. Simposium Penelitian Tanaman Pangan IV. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
3. Makarim, A.K. dan Irsal Las. Terobosan Peningkata Produktivitas Padi Sawah Irigasi Melalui Pengembangan Model Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (PTT). Inovasi Teknologi Padi Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan.Puslit Tanaman Pangan. Badan Litbang Pertanian.2005.
4. Soekartawi, 2005. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
5. Hendayana, R., N. Sunandar, Erythrina, Sudarmadi dan I N. Widiarta. 2009. Petunjuk Pelaksanaan Pendampingan SLPTT. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian Dan
Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Bogor.
6. Subarna, T. 2007. Pengaruh Penyuluhan dan Dukungan Sarana dan Prasarana Terhadap Kinerja Agribisnis Padi di Jawa Barat. JPPTP. Vol. 10 No. 2 Juli 2007.
7. Soekartawi. 1993. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
8. Malian , H. 2004. Analisis Ekonomi Usahatani dan Kelayakan Finansial Teknologi pada Skala Pengkajian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian dan Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian Partisipatif Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.
9. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2010. Pedomam Pelaksanaan SLPTT Padi, Jagung, Kedelai dan Kacang Tanah Tahun 2010. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Jakarta.
10. Supadi. 2008. Menggalang Partisipasi Petani Untuk Meningkatkan Produksi Kedelai Menuju Swasembada. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian No.3 (2008).
11. Jamal E., M. Mardiharini dan M. Sarwani. 2008. Proses Diseminasi Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) Padi: Suatu Pembelajaran dan Perspektif ke Depan. Analisis Kebijakan Pertanian. Vol. 6 No. 3 September 2008.
12. Kepas, 1990. Program Supra Insus di Jalur Pantura Jawa Barat, Masalah, Kendala dan Sasaran untuk Perbaikannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan The Ford Fundation.
13. Santoso, P., A. Suryadi, H. Subagyo dan Yuniarti. 2003. Kajian Adopsi Sistem Usaha Pertanian Kedelai di Jawa Timur. JPPTP Vol. 6 No. 1, Januari 2003.
Diterbitkan
2020-07-01
Bagaimana Mensitasi
Hutapea, Y. (2020). EFISIENSI USAHATANI DENGAN PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 6(3). https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v6i3.248