PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI CABE MERAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN ORGANIK DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Abstrak
Cabe merah merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Permasalahan usahatani cabe merah adalah produktivitas dan pendapatan yang rendah karena belum diterapkannya paket teknologi dengan benar serta banyaknya serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan produktivitas dan pendapatan usahatani cabe merah melalui penerapan paket teknologi pemupukan organik di Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidoreno, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan mulai bulan Juli 2010 sampai Desember 2010. Perlakuan yang diterapkan adalah paket teknologi pemupukan organik, semi-organik, dan cara petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pemupukani-organik menghasilkan produksi cabe merah tertinggi (6.988,8 kg/ha) dibandingkan dengan paket teknologi semi-organik (6.688,8 kg/ha) dan paket teknologi petani (3.460,8 kg/ha). Penerapan paket teknologi pemupukan organik meningkatkan produksi sebesar 101,94% dan semi-organik meningkatkan produksi sebesar
93,27% dibandingkan dengan paket teknologi petani. Pendapatan usahatani cabe merah melalui penerapan paket teknologi pemupukan organik menghasilkan pendapatan Rp.71.710.963,- dengan R/C ratio 3,12 atau meningkat 222,54% dibandingkan dengan paket teknologi petani, sedangkan paket teknologi semi-organik menghasilkan pendapatan Rp.68.008.369,- dengan R/C ratio 3,09 atau meningkat 205,89% dibandingkan dengan paket teknologi petani. Titik impas produksi dan titik impas harga paket teknologi usahatani cabe merah dengan pemupukan organik adalah 2.375 kg/ha dan Rp.3.133,-/kg, paket teknologi semi-organik 2.302 kg/ha dan Rp.5.176,-/kg, dan paket teknologi petani 2.096 kg/ha dan Rp.8.970,-/kg.
Unduhan
Referensi
2. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. 2009. Lampung Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. 576 halaman.
3. Juarsah, I. 2007. Pemanfaatan Pupuk Kandang Untuk Peningkatan Produksi Tanaman Sayuran Pada Lahan Kering Dataran Tinggi.
Prosiding Seminar Ketahanan Pangan. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Hal 313-319.
4. Widowati, L.R., S. Widati, dan D Setryorini, 2004. Karakteristik Pupuk Organik dan Pupuk Hayati yang Efektif untuk Budidaya Sayuran Organik. Laporan Proyek Penelitian Program Pengembangan Agribisnis, Balai Penelitian Tanah.
5. Widowati, L.R., Sri Widati, U. Jaenudin, dan W. Hartatik, 2005. Pengaruh Kompos Pupuk Organik yang Diperkaya dengan Bahan Mineral dan Pupuk Hayati terhadap Sifat-sifat Tanah, Serapan Hara dan Produksi Sayuran Organik. Laporan Proyek Penelitian Program Pengembangan Agribisnis, Balai Penelitian Tanah.














