HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sosial Palembang. Penelitian ini bersifat eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah balita berumur 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sosial Palembang. Sampel penelitian berjumlah 100 balita yang diambil dengan cara systematic random sampling. Uji statistik menggunakan chi square dan regresi logistik. Setelah dilakukan uji regresi logistik diketahui faktor yang paling dominan sebagai penyebab terjadinya penyakit ISPA pada balita adalah status imunisasi OR: 149,37, status gizi OR: 29,91, status merokok OR: 17,62, kepadatan tempat tinggal OR: 8,17 dan tingkat pendidikan OR: 20,57. Disimpulkan bahwa faktor status gizi, status imunisasi, kepadatan tempat tinggal, keadaan ventilasi rumah, status merokok orang tua, pendidikan ibu, pengetahuan ibu dan status sosial ekonomi keluarga mempunyai hubungan bermakna dengan penyakit ISPA pada balita.
Unduhan
Referensi
2. Ridwan, A, 2009. Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2007. Laporansumsel.pdf. Badan Litbang Depkes RI, diakses 24 Maret 2009
3. Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, 2008. Profil Kesehatan Sumatera Selatan Tahun 2008. Palembang
4. Dinkes Kota Palembang, 2008. Profil Kesehatan Kota Palembang Tahun 2008 Palembang
5. Puskesmas Sosial Palembang, 2008. Laporan Kegiatan Tahunan Puskesmas Sosial Palembang Tahun 2008. Palembang
6. Notoatmodjo, S, 2002 Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
7. Almatsier, S, 2003 Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
8. Wibowo, H, 2007. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Brangsong II Kabupaten Kendal.(http://www.fkm.undip.ac.id/data/index.php?action=4&idx=2390, diakses 20 Juni 2009)
9. Purnomo, B, 2004. Angka Kematian Bayi Masih Tinggi. ISPA Pembunuh Utama. (http://www.penyskitmenular.info/detil.aspm=6&5=2&i=240, diakses 3 April 2009)
10. Wulansari, A, 2004. Hubungan Kondisi Fisik Rumah, Kelembaban, Pencahayaan dan Kepadatan Hunian Dalam Rumah Dengan Kejadian ISPA Pada Balita (Studi Kasus Di Desa Tirtomartani Kecamatan Kalasan Kabupten Sleman DIY (http://fkm.undip.ac.id/data/index.php?action=4&idx= 2367, diakses 25 Juni 2009)
11. Poniyem, 2006. Hubungan Kualitas Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Di Desa Kalirejo Kecamatan Bagelan Kabupaten Purworejo. (http://www.fkm.undip.ac.id/data/index.php?action=4&idx=2922, diakses 15 Juni 2009)
12. Nur, H, 2004. Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita Di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koro Tangah Kota Padang. (http://library.usu.ac.id/index.php/component/ journals/index.php?option=com journal review=1120&task=view, diakses 20 Juni 2009)
13. Hartanti, Sri, 2007. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Praktek Penanganan ISPA Di Puskesmas Cibogo Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. (http://www.fkm.undip.ac.id/data/index.php?action=4&idx=3266, diakses 20 Juni 2009)
14. Darmawan, 1995. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). (http://doctorology.net/?p=205, diakses 20 Juni 2009)














