ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PADA BERBAGAI TINGKAT KECEPATAN ADOPSI VARIETAS UNGGUL KEDELAI
Abstrak
Untuk meningkatkan produktivitas kedelai, maka penggunaan varietas unggul merupakan salah satu hal pokok yang harus diperhatikan. Kecepatan petani dalam mengadopsi varietas unggul berbeda antar petani, yang akan menyebabkan perbedaan juga dalam pengelolaan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usahatani pada berbagai tingkat
kecepatan adopsi. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Desember tahun 2009. Pelaksanaan survei dengan mewawancarai petani dilakukan di Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Kabupaten Lahat, Desa Sukomulyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas dan Desa Margomulyo Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Pengambilan sampel menggunakan metode Acak Berlapis Tak Berimbang. Sampel petani terdiri dari tiga strata yaitu yang mengadopsi varietas unggul 1-2 musim tanam (MT) sejak dianjurkan, 3-4 MT sejak dianjurkan dan 5-6 MT sejak dianjurkan, dengan jumlah sampel seluruhnya 114 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kedelai yang dihasilkan petani yang mengadopsi varietas unggul 1-2 MT sejak dianjurkan, 3-4 MT sejak dianjurkan dan 5-6 MT sejak dianjurkan berturut-turut 1.443,36 kg/ha; 1.423,07 kg/ha dan 1.133,75 kg/ha dengan pendapatan bersih berturut-turut sebesar Rp 3.742.255/ha; Rp 3.554.105/ha dan Rp 2.240.925/ha. Adapun tingkat efisiensi (R/C) yang dicapai berturut-turut sebesar 1,58; 1,53 dan 1,39.
Unduhan
Referensi
2. Unsri dan Bappeda Sumsel, 2005. Master Plan Lumbung Pangan Provinsi Sumatera Selatan. Kerjasama Fakultas Pertanian Unsri dengan Bappeda Sumsel, Palembang.
3. Badan Pusat Statistik Sumsel, 2009. Sumatera Selatan dalam Angka 2009. Badan Pusat Statistik Sumsel, Palembang.
4. Hanafi, 1987. Memasyarakatkan Ide-Ide Baru. Disarikan dari karya E. Roger dan F.F Shoemaker. Communication of Inovations. Penerbit Usaha Nasional, Surabaya.
5. Soekartawi, 2005. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
6. Suratiyah, K. 2009. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta.
7. Las, I., A.K. Makarim, A. Hidayat, A. S. Karama dan I. Manwan. 1991. Peta Agroekologi Utama Tanaman Pangan di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.
8. Hutapea, Y., Suparwoto dan Muzhar. Model Percepatan Adopsi Yang Efektif Varietas Unggul Kedelai Mendukung Swasembada Kedelai Di Sumatera Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Smatera Selatan, Palembang.
9. Abuasir, S., N. Hakim dan Y. Sumitro. 2004. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Sistem Usahatani Mina Padi di Desa Pujo
Rahayu Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal KPM Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Vol.1 No.1, April 2004.
10. Bestina, Supriyanto, S. Hartono dan A. Syam. 2005. Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Agribisnis Nenas di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. JPPTP Vol. 8 No. 2, Juli 2005.
11. Cangara, H. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.














