PEMANFAATAN CINCAU HIJAU SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL ANTITUMOR, ANTIOKSIDAN BIOLOGIS DAN PENINGKAT SISTEM IMUN TUBUH

Sugito Sugito(1)

(1) Jurusan Teknologi Pertanian UNSRI
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 4248 , PDF Unduh: 2669
Kata Kunci: Cincau hijau, pangan fungsional, antitumor, antioksidan, imunomodulator

Abstrak

Penyakit degenaratif semakin banyak ditemukan di Indonesia, seperti diabetes militus tipe II, kardiovaskuler, osteoporosis, bahkan penyakit tumor. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya radikal bebas dan ROS (reacitve oxygen species) yang bersumber dari dalam dan luar tubuh. Ikatan senyawa elektrofil dengan molekul DNA menyebabkan mutasi gen sehingga koordinasi sel
menjadi berubah, akibatnya terjadi pertumbuhan sel yang tidak terkoordinasi, dan tumbuh menjadi kanker. Proses pembentukan kanker disebut karsinogenesis, yang terdiri atas tahap inisiasi, promosi dan progresi. Banyak usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit kanker, seperti; kemoterapi, pembedahan dan penyinaran. Tetapi, metode-metode tersebut, memerlukan biaya tinggi dan banyak efek samping bagi pasien. Salah satu alternatif pencegahan dan pengobatan kanker yang aman dan murah adalah dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami, seperti cincau hijau. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : Konsumsi bubuk dan ekstrak daun cincau hijau dapat menekan volume tumor payudara, dan meningkatkan apoptosis sel tumor, dibandingkan dengan tikus kontrol. Konsumsi cincau hijau dapat meningkatkan status
antioksidan biologis, terutama meningkatkan aktivitas SOD, katalase, GSH-Px dan glutation hati. Konsumsi cincau hijau dapat meningkatkan daya tahan tubuh melalui peningkatan proliferasi sel B, sel T dan jumlah populasi sel T. Terdapat hubungan antara sistem imun, status antioksidan dan proses pencegahan dan pengobatan tumor. Dengan status antioksidan dan sistem imun yang baik maka tumor dapat dicegah bahkan dapat menekan pertumbuhan tumor.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Author Biography

Sugito Sugito, Jurusan Teknologi Pertanian UNSRI

Jl. Raya Palembang Prabumulih KM 32 Inderalaya, Ogan Ilir, Sumsel

Referensi

1. Guinaudeau, H., Linn L.Z., Ruangrusi N., dan Cordell G.A. 1992. Bysbenzilquinoline alkaloids from Cyclea barbata L. Miers. J. Nat Prod 56(11):1989-1992.
2. Halliwell, B. 1994. Free radical, antioxidants and human disease: Curiosity, cause or consequence. The lancet 344: 721-724.
3. Supari, S. F. 1996. Radikal bebas dan patofisiologis beberapa penyakit. Dalam Senyawa radikal dan sistem pangan: Reaksi biomolekuler, dampak terhadap kesehatan dan penagkalan. Prosiding Seminar. PAU Pangan dan Gizi dan kedutaan Perancis. Bogor.
4. Zakaria, F.R. 2001. Pangan dan pencegahan kanker. J Teknol dan Industri Pangan XII(2): 171-175.
5. Dalimartha, S. 1999. Ramuan tradisional untuk pengobatan. Penebar Swadaya. Jakarta.
6. Stites, D.P., Terr A.L. dan Parslow T.G. 1997. Medical immunology. 9th ed. Simon and Schuster Co. Singapura.
7. Ensminger, A.H., Ensminger M.E.,Konlande J.E., Robson J.R.K. 1998. The concise encyclopedia of food and nutrition. CRC Press. New York.
8. Albanas, D.M.D dan Hartman T.J. 1999. Antioxidant and cancer: evidence from human observation studies and intervention trials. Dalam Papas AM (ED). Antioxidant, status, diet, nutrition and health. CRC Press. New York.
9. Lam, M. 2002. Cancer and antioxydant. Diakses pada tanggal 1 Juni 2010. http//: www.LamMD.com.
10. Osteen, M.D. dan Robert T. 1995. Strategies for breast concerving surgery an unresolved dilemma. J.cancer 75(7): 1563-1565.
11. Pranoto, B.A. 2003. Aktivitas antitumor dan immonomodulator dari produk cincau hijau Cyclea barbata L. Miers dan Premna oblongifolia Merr terhadap pertumbuhan tumor kelenjar susu mencit C3H. Tesis SPs IPB. Bogor.
12. Chalid, S.Y. 2003. Pengaruh ekstrak daun cincau hijau Cyclea barbata L. Miers dan Premna oblongifolia Merr terhadap aktivitas enzim antioksidan dan pertumbuhan tumor kelenjar susu mencit C3H. Tesis SPs IPB. Bogor.
13. Ananta, E. 2000. Pengaruh ekstrak cincau hijau Cyclea barbata L. Miers terhadap proliferasi alur sel kanker K562 dan hela. Skripsi FATETA IPB. Bogor
14. Artha, B.K. 2001. Breast cancer in mice as influenced by nursing. J. Natl Cancer Inst. 155-168.
15. Matsunaga, K., Lijima H. Dan Kobayashi H. 2000. Neonatal inoculation with the protein bound polysaccharides PSK increases resistance of adult animals to challenge with syngenic tumor cells and reduced azoxymethaneinduced precancerous lesions in the colon. Cancer Epid Biomarkers and Prevention 9:1313-1322.
16. Tzanabos, A.O. 2000. Polysaccharides immunomodulators as therapeutic agents: structural aspects and biologycal fungtion. Clin Microb Reviews 34 (4): 523-533.
17. Halliwell, B dan Gutteridge J.M.C. 1999. Free radiacal in biology and madecine. Oxford University Press. Inggris
18. Yen, G.C dan Chen H.Y. 1998. Scavanging effect of Cyclea barbata L. Miers on superoxide devided from the metabolism of mutagen. Biosci. Biotechnol. Biochem 62(9):1768-1774.
19. Subekti, E.M. 1997. Pengaruh pemberian vitamin antioksidan A,E dan C serta minyak sawit merah (CPO) terhadap proliferasi limfosit dan kadar MDA plasma tikus percobaan yang diberi ransum mengandung malathion. Tesis SPs IPB. Bogor.
20. Zakaria, F.R. dan E. Prangdimurti. 2000. Kajian aktivitas biologis dari pengkayaan gel cincau hijau (Cyclea barbata L. Miers). Laporan penelitian Proyek QUE FTSP 2000/2001 IPB. Bogor.
21. Boileau, T.W.M., Moore A.C. Erman J.W. 1999. Carotenoids and vitamin A Dalam Papas AM (ED). Antioxidant, status, diet, nutrition and health. CRC Press. New York.
22. Depkes RI. 1996. Kanker di Indonesia tahun 1996 data histopatologi. Badan Registrasi Kanker PDSPI. Yayasan kanker Indonesia. Jakarta.
23. Halliwell, B. 1999. Free radical, antioxidants and human disease: Where are we now. J. Lab.Clin med. 119:598-613.
24. Heyne, K. 1987. Tumbuhan berguna Indonesia (Terjemahan). Jilid III. Yayasan Sarana Wana Jaya. Jakarta.
25. Juruga, C.D, nabet B.F. dan Lipton A.L. 2000. Superoxide dismutase: an enzymatic fungtion for erythrocuperin. J.Biol.Chem. 244 (33) : 3465-3470.
26. Kalka-Moll et al., 2000. Effect of melecular size on the ability of zwitterionic polysaccharides to stimulate cellular immunity. J Immunol 164:719-724.
27. Linn, L.Z., Shieh H.L.,Angerhofer C.H., Pezzuto J.M., Cordell G.A. Xue L., Jhonson M.E. dan Ruangrusi N. 1993. Cytotoxyc and antimalarial bysbenzilquinoline alkaloids from Cyclea barbata L. Miers. J Nat Prod 56(1):22-29.
28. Sunanto, H. 1995. Budidaya cincau. Kanisius. Yogyakarta.
29. Henning, S.M. et al., 1990. Glutatione blood levels and other oxidant defense indicer in men fed dit low in vitamin C. Americant Inst. Of Nutr; 968-972.
Diterbitkan
2020-07-01
Bagaimana Mensitasi
Sugito, S. (2020). PEMANFAATAN CINCAU HIJAU SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL ANTITUMOR, ANTIOKSIDAN BIOLOGIS DAN PENINGKAT SISTEM IMUN TUBUH. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 5(2). https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v5i2.213