FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS DI KABUPATEN OKU

Anif Budiyanto(1)

(1) Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 3173 , PDF Unduh: 2291
Kata Kunci: Malaria, Anti-nyamuk

Abstrak

Di dunia sebanyak 350-500 juta orang menderita malaria, dan lebih dari 1 juta kematian terjadi setiap tahun, terutama di daerah tropis dan Afrika(1). Prevalen malaria di Indonesia mencapai 2,85 %(2). Sebanyak 49,6 % penduduk Indonesia berisiko tertular malaria karena tinggal di daerah endemis malaria(1). Prevalensi malaria di Sumatera Selatan adalah 1,01%(2). Kab.OKU merupakan salah satu kabupaten endemis malaria di Sumatera Selatan. AMI (Anual Malaria Incidence) Kab. OKU tahun 2008 23,4%. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara upaya mencegah gigitan nyamuk melalui pemakaian anti nyamuk dengan kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan desain penelitian epidemiologi observasional kasus-kontrol. Sampel adalah masyarakat yang mengikuti kegiatan survey MBS dan terpilih sebagai sampel studi.Hasil analisis
multivariate diketahui ada hubungan yang signifikan antara pemakaian anti nyamuk dengan kasus malaria, OR=0,231 dan p = 0,0001 (95% CI 0,130-0,409). Interpretasi adalah orang yang memakai anti nyamuk pada saat tidur pada malam hari hanya akan berisiko terkena malaria sebesar 0,23 kali dibanding dengan mereka yang tidur tidak memakai anti nyamuk setelah dikontrol oleh variabel konstruksi. Dari hasil perhitungan dampak potensial diketahui, apabila dilakukan upaya kesehatan masyarakat dengan pemakaian anti nyamuk memberikan dampak penurunan kejadian malaria sebesar 53%. Kesimpulan. intervensi kesehatan masyarakat berupa pemakaian anti nyamuk, akan memberikan dampak terhadap penurunan kasus malaria di masyarakat sebesar 53%.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Author Biography

Anif Budiyanto, Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan

Jl. A. Yani km.7 Kemelak Baturaja Tlp. (0735) 324549, HP.081314555018

Referensi

1. Harijanto, ”Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi klinis dan Penanganan”, Penerbit Buku Kedokteran EGC Jakarta, 2000.
2. Depkes RI, ’Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar 2007’, Balitbangkes RI 2008.
3. Dinkes OKU, ”Laporan malaria Kabupaten OKU”. Dinkes OKU, 2009.
4. Loka Litbang P2B2 Baturaja, ”Laporan survey entomologi 1999- 2006”.
5. Sri Utami, ”RDT (Rapid Diagnostic Test) sebagai alat diagnosis malaria, Media Litbang Kesehatan Vol. XIV, nomor 3 tahun 2004.
6. Sutisna Putu, ”Malaria secara ringkas, dari pengetahuan dasar sampai terapan”, Penerbit EGC, 2004.
7. Depkes RI, ”Modul Epidemiologi Malaria”, Dirjen PPM & PL, 2003
8. Eka Randiana, ”Hubungan penggunaan kelambu dalam upaya pemberantasan malaria terhadap kejadian malaria pada 10 desa dalam wilayah Kecamatan Lhok Kruet dan Patek Kab Aceh Jaya tahun 2008”, Tesis FKM-UI, Depok.
9. Suwadera, ”Beberapa faktor risiko lingkungan rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian malaria pada balita tahun 2003”, Tesis FKM-UI, Depok.
10. Depkes RI, ”Pedoman ekologi dan aspek perilaku vektor”, Ditjen PPM & PL, 2001.
11. Yasril, Kasjono HS, ”Analisis Multivariat Untuk Penelitian Kesehatan”, Mitra Cendikia, Jokjakarta, 2009.
12. A Rizal, ”Hubungan tindakan pencegahan keluarga / individu dengan kejadian malaria di wilayah PKM Tanjung Uban tahun 2000”, FKM-UI, Depok.
13. I Made Swadera, ”Beberapa faktor resiko lingkungan rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian malaria pada Balita di Kab. Sumba Timur”, Tesis FKM-UI, 2003.
14. Sopiyudin, ”Besar sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan”, Arkans, 2005.
15. Texasi Bryanita, ”Hubungan antara iklim, kepadatan vektor dan kejadian malaria (Studi kasus di Desa Sigeblok, Kecamatan Banjarmangu Kab. Banjar Negara, Jawa Tengah tahun 1999-2001)”, Tesis FKM-UI, 2002.
16. Winardi E, ”Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malria di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu tahun 2004, Tesis FKM-UI, Depok.
17. Boesri, Hasan, 1994, ”Perilaku Anopheles sundaicus dan cara pemberantasannya di Tarahan Lampung Selatan”, Majalah Parasitologi Indonesia, 7 (1): 25-30.
18. Hastono SP, ”Analisis Data Kesehatan”, FKM-UI, 2007
Diterbitkan
2020-07-01
Bagaimana Mensitasi
Budiyanto, A. (2020). FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS DI KABUPATEN OKU. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 5(2). https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v5i2.211