ANALISIS DETERMINAN PEMANFAATAN LAYANAN ANTENATAL DI SUMATERA SELATAN

Rini Mutahar(1)

(1) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 2647 , PDF Unduh: 1900
Kata Kunci: Layanan Antenatal, komplikasi kehamilan, dukungan suami

Abstrak

Kematian ibu umumnya dapat dicegah bila komplikasi kehamilan dan keadaan risiko tinggi lainnya dapat dideteksi secara dini. Cara deteksi dini dapat dilakukan pada pelayanan antenatal care yaitu dengan peningkatan cakupan pelayanan antenatal baik K1 dan K4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan layanan antenatal (ANC) di Sumatera Selatan. Studi ini merupakan analisis lanjut dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 yang menggunakan desain crosssectional. Analisis data menggunakan regresi logistic ganda. Dari hasil penelitian didapatkan frekuensi ANC cukup sebanyak 58%, kelengkapan ANC terhadap > 2 jenis pelayanan, sebanyak 41,2% dan sebagian besar ibu melakukan layanan antenatal buruk (61,2%)3. Ibu yang mengalami komplikasi kehamilan memiliki resiko memanfaatkan layanan antenatal 2,59 kali lebih besar dari pada ibu yang tidak mengalami komplikasi kehamilan setelah dikontrol oleh variable tempat tinggal, layanan antenatal ditemani suami dan umur (95% CI 1,27-5,32). Ibu yang tidak ditemani suaminya saat kunjungan ANC memiliki resiko memanfaatkan layanan antenatal hampir 2 kali lebih besar dari pada ibu yang ditemani suaminya saat kunjungan ANC. Disarankan untuk lebih meningkatkan monitoring terhadap bidan desa terhadap layanan antenatal, tidak hanya pada frekuensi ANC tetapi juga pada kelengkapan pemeriksaan ANC dan meningkatkan penyuluhan bagi ibu hamil mengenai layanan antenatal

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

1. Depkes, Pedoman Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal Di Tingkat Kabupaten/Kota. Jakarta: Depkes, 2005
2. BPS, BKKBN, Depkes & Macro International Inc, Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 2002. Jakarta, 2003
3. WHO, Regional Health Report Focus On Woman. New Delhi: WHO, 1998
4. BPS, BKKBN, Depkes & Macro International Inc, Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 1998. Jakarta, 1998
5. Depkes, Riset Dasar Kesehatan 2007. Jakarta : Depkes, 2007
6. Afifi. AA, Computerized multivariate analysis. New York: Van nonstrand Reinhold Company, 1984
7. Besral, Pengaruh Pemeriksaan Kehamilan Terhadap Penolong Persalinan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol.1. No,2, Oktober 2006: 88-92
8. Anderson R, A Behavioral Models f Families Use of Health Services, Research Series 25. The University of Chicago, 1998
9. Wibowo A, Ciri Reproduksi dan Pemanfaatan Pemeriksaan Kehamilan di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Laporan Penelitian, 1999
10. Adimiharja K, Faktor Sosiokultur Yang Mempengaruhi Angka Kematian Maternal. Bandung : Pertemuan Tahunan POGI VIII, 1992
11. Tanuwidjaya SN, Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Puskesmas wilayah Kabupaten Bogor. Depok: Tesis Program Pasca Sarjana IKM FKM UI, 1992
Diterbitkan
2020-07-01
Bagaimana Mensitasi
Mutahar, R. (2020). ANALISIS DETERMINAN PEMANFAATAN LAYANAN ANTENATAL DI SUMATERA SELATAN. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 4(3). https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v4i3.192