PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI RAWA LEBAK MELALUI PENGANEKARAGAMAN KOMODITAS
Abstrak
Swampland has function which significant to human being prosperity. Generally be exploited for the agricultural activity, ranch and fishery. Peasant plant paddy only once in a year, afterwards it is not cultivated again ( blush). If happened attack of mouse pest, flooded and dryness hence will result the failure harvest. They can overcome with cultivation of various commodity type to support improvement of peasant income. Result of research indicate that at superficial swampland and middle swampy can cultivated by rice/palawija/horticulture, deep swampland can cultivated by rice/fish and in lawn afforded by livestock of bird and ruminant population. With improvement of intensity cropping in swampland hence have an effect on to improvement of peasant income. The objective to give information in improving peasant income by affording various commodity type in swampland.
Unduhan
Referensi
Bogor.
2.Puslitbangtanak. 2002. Anomali iklim. Evaluasi dampak, peramalan dan teknologi antisipasinya. Untuk menekan resiko penurunan produksi. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.
3.Achmadi dan Irsal Las. 2006. Inovasi teknologi pengembangan pertanian lahan rawa lebak. Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, 28-29 Juli 2006.
4.Gatot Irianto. 2006. Kebijakan pengelolaan air dalam pengembangan lahan rawa lebak. Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, 28-29 Juli 2006.
5.Asyari. 2006. Pembesaran ikan patin di lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, 28-29 Juli 2006.
6.Waluyo, Suparwoto dan I W. Supartha. 2008. Pola usahatani padi secara terpadu di lahan rawa lebak di Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Makalah disajikan pada “Seminar Pekan Padi Nasional III”, tanggal 23-24 Juli 2008 di Sukamandi, Subang.
7.Waluyo, Suparwoto dan Agus, S. 2006. Teknologi usahatani padi di lahan lebak (Studi kasus Desa Batu Ampar Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan). Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, 28-29 Juli 2006.
8.Sutejo, M.M. 1995. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
9.Suparwoto dan Yanter Hutapea. 2006. Aplikasi pupuk daun plant catalyst pada usahatani semangka di lahan rawa lebk dangkal Kabupaten OKI. Proseding Nasional BPTP Bangka Belitung, Bangka.
10.Simatupang, S.R, Mawardi, E. Matfuah dan S. Raihan. 2006. Tanggap hasil varietas mentimun terhadap pemakaian pupuk organik di lahan lebak. Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, 28-29 Juli 2006.
11.Sumpena, U. 2002. Budidaya mentimun intensif, dengan mulsa, secara tumpang gilir. Penerbit Swadaya.
12.Rupawan dan Asyari. 2004. Pengaruh bentuk hampang dan padat tebar terhadap pertumbuhan, produksi dan konversi pakan ikan patin (Pangasius djambal). Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol 2 No.1. Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang.
13.Wartomo. 2004. Prospek sosial ekonomi peternakan kerbau di Indonesia, suatu tinjauan dari segi genetik. Makalah disampaikan pada seminar dan lokakarya nasional peningkatan populasi dan produktivitas ternak kerbau di Indonesia. Banjarmasin 7-8 Desember 2004.
14.Siregar, A.R., K. Diwyanto, E. Basuno, A. Thalib, T. Sartika, R. H. Matondang, J. Bestari, M. Zulbardi, M. Sitorus, T. Panggabean, E. Handiwirawan, Y. Widiawati dan N. Supriyatna. 1997. Karakteristik performan nutrisi, mikroba rumen, morfologi darah dan dinamika populasi kerbau lumpur di P.Jawa. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Jilid II. Bogor, 18-19 Nopember 1997.
15.Eni Siti Rohaeni, A.Hamdan, dan A.Subhan. 2006. Kontribusi pendapatan dari pemeliharaan ternak kerbau (Studi kasus di Desa Banuaraya, Kecamatan Bati-bati, Tanah Laut). Prosiding Seminar Nasional Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru, 28-29 Juli 2006.














