PENGEMBANGAN MODEL PEMANTAUAN JENTIK NYAMUK AEDES EGYPTI BERJENJANG DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Hamzah Hasyim(1)

(1) Dosen FK PSKM Universitas Sriwijaya
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 1816 , PDF Unduh: 1284
Kata Kunci: Kasus DBD, model pemantauan jentik nyamuk aedes egypti berjenjang dan Partisipasi ibu rumah tangga

Abstrak

Kejadian demam berdarah dengue (DBD) yang memiliki pola cyclic trend, bisa meluas menjadi kejadian luar biasa (KLB), menimbulkan korban serta menimbulkan dampak baik ekonomi, sosial, politik maupun pariwisata, kasus ini sebenarnya dapat dicegah baik sebelum maupun sesudah kejadian, asal penanganannya cepat. Dilakukan pengembangan model pemantauan jentik nyamuk aedes egypti berjenjang, sebagai usulan kegiatan penanggulangan DBD melalui pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarame pada 30 responden ibu rumah tangga. Melalui metode Action Research, dilakukan tahapan kegiatan yaitu preliminary survey keadaan dan potensi masyarakat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan DBD, serta evaluasi dan monitoring sistem pelaporan berjenjang (multilevel monitoring) terhadap angka bebas jentik (ABJ) nyamuk aedes aegypti, sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaaan berbasis masyarakat yang efektif dan efesien. Dari FGD diperoleh informasi dari masyarakat, bahwa DBD merupakan ancaman kesehatan yang perlu ditanggulangi bersama melalui keterlibatan aktif masyarakat, Pada kegiatan pre dan post penyuluhan dan pelatihan DBD, menggunakan uji beda dua mean dependen atau paired t test, ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan responden antara pengukuran pertama dan kedua (Pv < 0,05), yang bermakna kegiatan ini efektif untuk meningkatkan KAP (knowledge, attitude, practice) responden. Pada kegiatan sistem pelaporan berjenjang (multilevel monitoring) menggunakan teknologi formulir pemeriksaan jentik (FPJ I – III), terhadap angka bebas jentik (ABJ) nyamuk aedes aegypti, diperoleh hasil 77 rumah yang diperiksa terdapat 5 rumah yang positif jentik aedes aegypti, sehingga ABJ di Kelurahan Sukabangun pertanggal 14 mei 2006 adalah 93,5% Agar pengembangan model pemantauan jentik nyamuk aedes egypti berjenjang, sebagai alternatif metode penanggulangan DBD berbasis masyarakat, melalui peningkatan partisipasi ibu rumah tangga, dapat berjalan optimal dan sustain perlu keterlibatan aktif dan dukungan dari semua sektor terkait, termasuk keterlibatan khususnya dari kelompok mahasiswa kesehatan sebagai supervisor kegiatan lapangan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

1. Hasyim Hamzah. Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Vektor Aedes Aegypti (Tinjauan Manajemen Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue Berbasis Wilayah). Simposium Nasional Vektor Dan Reservoir Penyakit, Menuju Indonesia Sehat 2010; 2005; Puslitbang Ekologi Kesehatan, Balitbang, Depkes, Jakarta; 2005.
2. WHO. Demam Berdarah Dengue Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan dan Pengendalian. . Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 1998.
3. Depkes.R.I. Profil Pemberantasan Penyakit Menular & Penyehatan Lingkungan PPM & PL 2003 Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2004.
4. Kandung I Nyoman. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta: Dit.Jen P2M dan PL, Depkes RI; 2000.
5. Dinkes Kota Palembang. Profil Kesehatan Kota Palembang. Dinkes Kota Palembang; 2005.
6. Dinkes Prov SumSel. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan: Dinkes Provinsi Sumatera Selatan; 2005.
7. Muyono. Hubungan Iklim Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengeu Dikota Palembang Tahun 1998-2002. Depok: Indonesia; 2004.
8. Dep.Kes RI. Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Demam Dengeu Dan Demam Berdarah Dengeu. Jakarta.: WHO, Depkes RI; 2003.
9. Dep.Kes RI. Pedoman Survei Entomologi Demam Berdarah
Dengeu. Jakarta.: Ditjen PPM dan PL.; 2002.
10. Dep.Kes RI. Petunjuk pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengeu oleh juru pemantau jentik (jumantik). Jakarta: Dirjen P2M&PL; 2004.
11. Effendy Nasrul. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Jakarta: EGC; 1998.
12. Riwidikdo Handoko. Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press; 2007
13. Hastono Sutanto Priyo. Modul Analisa Data. Departemen Biostatistika dan Informatika Kesehatan, FKM-UI, Depok; 2002.
14. Singarimbun Masri dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES; 1995.
15. Arikunto Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. V ed. Jakarta: Rineka Cipta; 2002.
16. Dep.Kes RI. Penerapan Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Keluarga Panduan Bagi Petugas Kabupaten Dan Kota. Jakarta: DIRJEN KESMAS Direktorat PROMKES; 2000.
17. Sungkar Saleha. Pemberantasan Vektor Demam Berdarah Dengeu. Majalah Kedokteran Indonesia. 2005;55(5).
18. Herman Nadesul. Penyebab, Pencegahan Dan Pengobatan Demam Berdarah. Jakarta: PT Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara; 1996.
19. Dep.Kes RI. Penyusunan Rencana Strategis Program Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengeu Kabupaten Kota. Jakarta: Dirjen P2M&PL; 2002.
20. Hasyim Hamzah. Menggapai paradigma sehat Sriwijaya Post. 2005.
21. UNICEF Dep.Kes RI dan. Panduan Umum Pemberdayaan Masyarakat,. Jakarta: Dep.Kes RI dan UNICEF; 1999.
22. Rita Kusriastuti. “Together Picket” ; Community Activities In Dengeu Source Reduction In Purwokerto City, Central Java Indonesia. Dengeu Bulletin, WHO. 2004;7.
23. Kusnoputranto Haryoto. Kesehatan Lingkungan. FKM UI; 2000.
24. Tris Eryando. Sistem informasi geografis Dan Pemanfaatannya Di Bidang Kesehatan. FKM UI; 2005.
25. Zainudin. Analisis Spasial Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bekasi Tahun 2003. Depok: UI; 2005.
26. Achmadi Umar Fahmi. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jakarta: Kompas; 2005.
27. Dep.Kes RI. Panduan Umum Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta Dep.Kes RI; 1999.
28. Dep.Kes RI. Mengerakkan Masyarakat Dalam PSN DBD. Jakarta Dep.Kes RI; 1996.
Diterbitkan
2020-06-26
Bagaimana Mensitasi
Hasyim, H. (2020). PENGEMBANGAN MODEL PEMANTAUAN JENTIK NYAMUK AEDES EGYPTI BERJENJANG DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 2(2). https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v2i2.143