http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/issue/feedPublikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan2025-12-31T08:39:49+07:00Nuryantonuryanto_dcn@yahoo.co.idOpen Journal Systems<p>Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang fokus pada ekonomi, kesehatan, pendidikan, sumber daya alam, dan pertanian.</p>http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/656Faktor Penentu Kunjungan Antenatal Care K6 di Kabupaten Badung dengan Pendekatan Model Andersen2025-12-30T13:56:55+07:00I Gusti Ngurah Sri Partiningurahsrie@gmail.comNi Putu Widariningurahsrie@gmail.comNi Ketut Sutiaringurahsrie@gmail.com<p>Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi dan belum mencapai target Sustanable Development Goals (SDGs). Salah satu strategi penurunan AKI adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar enam kali kunjungan (K6) Namun, cakupan ANC K6 di Kabupaten Badung belum memenuhi target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care K6 berdasarkan Model Andersen. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 112 ibu nifas yang dipilih melalui <em>non probability </em><em>sampling</em>. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan telaah buku KIA di tiga puskesmas wilayah Kabupaten Badung. Analisis dilakukan demgan regresi logistik sederhana dan berganda pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 42% yang melakukan kunjungan ANC K6. Analisis bivariat menunjukkan bahwa umur ibu, pendidikan ibu dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan berhubungan signifikan dengan kunjungan ANC K6. Analisis multivariat menemukan bahwa faktor dominan adalah umur ibu (AOR=0,98; CI: 0,012–0,792; p=0,029).Ibu dengan kategori usia risiko tinggi memiliki peluang lebih rendah untuk melakukan kunjungan ANC K6 dibandingkan dengan ibu kategori usia risiko rendah.</p>2025-12-30T09:51:36+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/678Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet2025-12-30T13:56:55+07:00Alfredo Grace Anggito Aritonangmumarharun@unsri.ac.idAliya Agustinmumarharun@unsri.ac.idMaiyola Pratiwimumarharun@unsri.ac.idM. Umar Harunmumarharun@unsri.ac.id<p>Gulma diklasifikasikan sebagai tumbuhan liar yang berkembang biak di ladang pertanian, perkebunan, dan lahan budidaya. Kehadiran gulma biasanya tidak diharapkan, karena dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman utama dan memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cepat di berbagai pengaturan lingkungan. Meskipun demikian, gulma memiliki manfaat, salah satunya peran gulma sebagai tanaman obat yang secara historis telah digunakan oleh masyarakat untuk meringankan penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikas gulma yang berpotensi sebagai biofarmaka pada perkebunan karet di PTPN I Regional III Kebun Siluwok, dengan koordinat 6°58’01.91”S 110°00’19.86”T . Penelitin ini dilakukan dari bulan juni sampai juli. Metode penelitian menggunakan observasi langsung lapangan dan studi literatur. Identifkasi menggunakan aplikasi <em>PlantNet</em> dan <em>PictureThis</em>. Hasil penelitian menunjukkan ada 25 spesies gulma, di antaranya 15 spesies memiliki potensi sebagai biofarmaka, yaitu <em>Christella dentata, Asystasia gangetica, Oxalis barrelieri, Ageratum conyzoides, Lantana camara, Clidemia hirta, Chromolaena odorata, Crassocephalum crepidioides, Paederia foetida, Peperomia pellucida, Mimosa pudica, Synedrella nodiflora, Urena lobata, Phyllanthus tenellus, dan Mikania micrantha </em>dengan manfaat beragam mulai dari antibakteri, antiinflamasi, hingga pengobatan tradisional penyakit tertentu. Temuan ini mengindikasikan bahwa gulma tidak hanya berperan sebagai pesaing tanaman karet, tetapi juga sebagai sumber biofarmaka yang bernilai ekonomis bagi kesehatan.</p>2025-12-30T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/655Transformasi Sistem Pangan dan Implikasinya Terhadap Kebijakan Ketahanan Pangan di Kota Semarang2025-12-30T13:56:55+07:00Hendra Kurniawanhendra478@yahoo.co.idArya Pradanahndrkrnwan25@gmail.comDianis Januar Khoirunnisahndrkrnwan25@gmail.com<p>Menghadirkan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi tantangan yang dihadapi khususnya bagi pemangku kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab transformasi sistem pangan yang terjadi di Kota Semarang dan integrasi kebijakan ketahanan pangan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan dengan metode Grounded Theory Analysis menggunakan data yang terkumpul melalui hasil telaah dokumen dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan sektor distribusi menjadi permasalahan yang memiliki bobot skor terbesar, kemudian disusul oleh konsumsi, dan yang terakhir produksi. Intervensi melalui Quick Wins yang mengintegrasikan kebijakan lintas sektor dilakukan untuk mengarahkan sistem pangan yang ada kearah yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pembentukan peraturan daerah dan indikator untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan yang telah dilakukan. Sehingga proses integrasi kebijakan lintas sektoral yang dilakukan mulai dari tahap formulasi hingga evaluasi dapat koheren untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.</p>2025-12-30T09:59:50+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/654Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang2025-12-30T14:18:58+07:00Royani Wulandariroyani.wulandari@gmail.comMaryono Maryonoroyani.wulandari@gmail.comJamillatul Umrohroyani.wulandari@gmail.com<p><em>Penelitian ini menganalisis dampak konsumsi e-commerce terhadap timbulan sampah di Kota Semarang, khususnya di Kelurahan Patemon. E-commerce yang semakin dominan pada era industri 4.0 telah mengubah konsumsi masyarakat dan mempengaruhi timbulan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada 100 responden pengguna e-commerce, dan menganalisis hubungan antar variabel menggunakan regresi linear dan uji mediasi Sobel. Penelitian ini mengevaluasi timbulan sampah sebagai variabel terikat (Y), konsumsi e-commerce sebagai variabel bebas (X1), perilaku konsumen (I1) dan kesadaran lingkungan (I2) sebagai variabel intervening. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi e-commerce berpengaruh positif terhadap timbulan sampah, sementara perilaku konsumen terbukti memediasi hubungan tersebut. Sebaliknya, kesadaran lingkungan tidak memiliki efek mediasi yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan edukasi konsumsi bertanggung jawab, penguatan fasilitas pengelolaan sampah berbasis komunitas, kampanye anti-pembakaran sampah, insentif daur ulang, serta regulasi kemasan ramah lingkungan pada platform e-commerce untuk mengurangi dampak negatif konsumsi digital terhadap lingkungan.</em></p>2025-12-30T10:03:31+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/651Analisis Hegemoni Negara Dalam Gotong Royong Masyarakat Untuk Pembangunan Desa2025-12-30T13:56:55+07:00Elisabeth Date Masan Welinelisabethdmwelin@unwira.ac.idKristianus Simon H. Molankristianusmolan@unwira.ac.idYohanes K. Ethelbertethgatus@unwira.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi negara melalui pemerintah desa dalam kaitan dengan teori hegemoni Antonio Gramsci, dengan fokus pada dinamika gotong royong masyarakat Desa Kenotan, Kecamatan Adonara Tengah, Flores Timur. Tujuan penelitian adalah menilai bentuk hegemoni negara dalam pembangunan desa, menelaah sejauh mana tradisi gotong royong (<em>gemohing</em>) tetap bertahan atau mengalami perubahan, serta menilai tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara hadir melalui regulasi dan dana desa yang berdampak pada peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan. Namun, pemberian upah harian (HOK) dalam program pembangunan menyebabkan pergeseran makna gotong royong dari kerja sukarela menjadi kegiatan semi-formal yang terikat pada insentif. Tradisi <em>gemohing</em> masih dipraktikkan secara swadaya di luar program pemerintah, namun semakin berkurang dalam kegiatan pembangunan resmi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hegemoni negara membawa dampak positif berupa pembangunan desa, tetapi juga negatif karena melemahkan nilai sosial-budaya masyarakat. Oleh karena itu, integrasi antara kebijakan pembangunan dengan pelestarian budaya lokal sangat penting untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>2025-12-30T10:08:01+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/679Implementasi Kemitraan Triple Helix pada Sistem Informasi Pemantauan Covid 19 di Sumatera Selatan: SiPantau Covid-192025-12-30T13:56:55+07:00Ekowati Retnaningsihekowatiretnaningsih@gmail.comIrwan Irwanekowati.peneliti@gmail.comNuryanto Nuryantoekowati.peneliti@gmail.comOktaf Juairiyahekowati.peneliti@gmail.comReni Oktarinaekowati.peneliti@gmail.comOom Komalasariekowati.peneliti@gmail.com<p><em>The COVID-19 pandemic, which began in 2020, led to a surge in confirmed cases in Indonesia, reaching 4.2 million by the end of 2021.</em><em> Transmission occurred largely through the mobility of travelers from high-risk areas to other regions</em><em>. At that time, Indonesia lacked a digital system to monitor population mobility, and manual tracking methods effectively posed health risks. To address this challenge, the Research and Development Agency of South Sumatra Province initiated applied research to develop a COVID-19 monitoring information system based on a triple helix partnership model (academia, government, and private sector). Using an operational research approach, the study identified key issues: rapid virus transmission, high mobility, absence of a digital monitoring system, and weak inter-actor coordination. Triple helix actors included MDP University, </em><em>Balitbangda</em><em>, </em><em>travelers</em><em>, transport operators, community leaders, and government officials. Roles were distributed: academia developed the application, the government provided oversight and enforcement, and the public acted as users. The final product consisted of a mobile application for users and field officers, a web-based platform for the control room, and modules for related institutions. The system was piloted and implemented through a Governor's Decree. The triple helix partnership proved effective in developing the monitoring system</em></p>2025-12-30T10:13:38+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/657Analisis Faktor Kinerja Bidan Dalam Pendokumentasian Buku KIA2025-12-30T14:18:32+07:00Fitri Mawartifitrimawarti83@gmail.comPodojoyo PodojoyoPodojoyo@poltekkespalembang.ac.idOcktariyana Ocktariyanafitrimawarti83@gmail.com<p>Guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak yang optimal dihadirkannya Buku KIA sebagai satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian Buku KIA dengan menggunakan desain <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 33 orang. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji bivariat menunjukkan bahwa faktor tingkat pengetahuan bidan (p = 0,001), motivasi bidan (p 0,002), dan masa kerja (0,005) berhubungan dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA sedangkan umur (p = 0,162) dan tingkat pendidikan (p= 0,114) menunjukkan tidak ada hubungannya. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan, motivasi dan masa kerja dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian Buku KIA. Diperlukannya sosialisasi dan orientasi serta monitoring evaluasi kepada bidan dalam pendokumentasian Buku KIA</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> :</p> <p>kinerja bidan, pengetahuan, motivas, Buku KIA</p>2025-12-30T10:26:46+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/653Pengaruh Pemberian Puding Purple Mushroom (Ubi Jalar Ungu dan Jamur Tiram) sebagai Makanan Selingan Penderita Hiperkolesterolemia Pegawai Puskesmas Pagar Jati2025-12-31T08:39:49+07:00Dwi Frah Mithayunitanazarena@yahoo.co.idYunita Nazarenayunitanazarena@yahoo.co.idPodojoyo Podojoyoyunitanazarena@yahoo.co.idManuntun RotuaManuntun_rotua@yahoo.comNatasha Weisdania Sihiteyunitanazarena@yahoo.co.idEliza Elizayunitanazarena@yahoo.co.id<p>Hiperkolesterolemia merupakan kondisi kadar kolesterol total dalam darah > 200 mg/dL. Peningkatan hiperkolesterolemia diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian di dunia. Faktor penyebab hiperkolesterolemia antara lain pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya asupan serat harian. Salah satu alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah melalui pemberian makanan selingan tinggi serat, yaitu puding <em>purple mushroom</em> berbahan dasar ubi jalar ungu dan jamur tiram yang dikembangkan sebagai solusi inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian puding <em>purple mushroom</em> (ubi jalar ungu dan jamur tiram) sebagai makanan selingan terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia pegawai Puskesmas Pagar Jati. Metode penelitian menggunakan desain <em>quasi experiment</em> dengan rancangan <em>one group pre-test and post-test</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>t-dependent</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar kolesterol pada responden sebanyak 35 orang adalah sebesar 52,49 mg/dL. Hasil uji statistik (<em>t-dependent</em>) menunjukkan nilai <em>p-value</em> < 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian puding <em>purple mushroom</em> terhadap penurunan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia pegawai Puskesmas Pagar Jati.</p>2025-12-30T10:29:44+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/677Experimental Study of The Cooling Effect of Polycrystalline Type PV Panels Using Beeswax2025-12-30T13:56:56+07:00Heriyanto Rusmaryadiherirusmaryadi@gmail.comMuhammad Khoiriherirusmaryadi@gmail.comSutrisno Sutrisnoherirusmaryadi@gmail.comFadhil Fuad Rachmanherirusmaryadi@gmail.comIrwin Fuad Bizzyherirusmaryadi@gmail.com<p>Indonesia boasts a tropical climate and abundant potential for solar energy year-round, making it an environmentally friendly option. To harness this energy, Photovoltaic (PV) technology is used to convert solar energy into electrical energy. However, one drawback of PV panels is their low efficiency in high temperatures, necessitating the use of passive and active panel cooling methods. While active cooling requires additional power, the passive method offers the advantage of not requiring any extra energy. This study focuses on the passive method, specifically the use of a Phase Change Material (PCM) Beeswax type placed behind the PV panel. The results show that using PCM can increase average efficiency by1.11%, 3.43%, and 2.32%, respectively. Additionally, there was an overall increase in average efficiency of 1.24%, 3.86%, and 2.62%. However, it should be noted that there may be fluctuations in data collection due to uncertain environmental factors.</p>2025-12-30T10:31:35+07:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.sumselprov.go.id/pptk/article/view/630Perencanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Kota Palembang2025-12-30T13:56:56+07:00Shelly Vetriashellyvetria@yahoo.co.id<p>Kenaikan harga bahan pokok sering kali memicu inflasi yang bersifat "<em>cost-push</em>". Inflasi jenis ini terjadi ketika kenaikan biaya produksi, termasuk harga bahan baku, diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian harga yang optimal. Metode analisis <em>policy paper</em> ini adalah metode analisis evaluasi kebijakan yang disampaikan oleh Bardach (2012) menyoroti empat kriteria utama. Kebijakan yang paling layak untuk Kota Palembang adalah kombinasi kebijakan yang memungkinkan perencanaan kebijakan penanganan inflasi menyeluruh dan responsif terhadap kondisi lokal di Kota Palembang yaitu: <em>Technical Feasibility</em><em> </em>(Kelayakan Teknis) melalui Optimalisasi Peran TPID, <em>Economic and Financial Possibility </em>(Kemungkinan Ekonomi dan Keuangan) melalui Pengendalian Ketergantungan pada Impor, <em>Political Viability </em>(Kelangsungan Politik) melalui Neraca Pangan, dan <em>Administrative Operability </em>(Kelayakan Administratif) melalui Pengawasan Distribusi dan Infrastruktur. Rekomendasi berupa “Keputusan Walikota Palembang tentang <em>Crosscutting Program</em> Kegiatan Perangkat Daerah Kota Palembang dan sektor swasta dalam Pengendalian inflasi untuk pengambilan langkah-langkah yang lebih konkrit, tepat dan responsif”.</p>2025-12-30T10:35:34+07:00##submission.copyrightStatement##