COOKIES TEPUNG IKAN GABUS (Channa Stiarata) DAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN PENAMBAHAN SELAI TEMPE SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN UNTUK BALITA STUNTING

Susyani Susyani(1 ), Luthfiah Shalsabilah(2), Nur Awalia Rianti(3), Winda Veronica(4)

(1) Poltekkes Kemenkes Palembang
(2) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang Sumatera Selatan, Indonesia
(3) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang Sumatera Selatan, Indonesia
(4) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang Sumatera Selatan, Indonesia
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 3743 , PDF Unduh: 2420
Kata Kunci: Cookies, ikan gabus, labu kuning, selai tempe, stunting, tinggi protein

Abstrak

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis. Ikan gabus merupakan sumber protein hewani, dan tempe merupakan sumber protein nabati yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang pertumbuhan yang optimal. Konsumsi makanan dengan kandungan energi dan protein yang tinggi dapat dapat meningkatkan berat badan pada balita gizi kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya terima dan kandungan zat gizi dari cookies tepung ikan gabus dan labu kuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial yang terdiri dari empat kali perlakuan dan tiga kali pengulangan. Hasil uji organoleptik didapatkan mutu cookies yang meliputi skala warna, aroma, rasa, dan tekstur menunjukkan nilai rata-rata (mean) terbesar pada formula 1 yaitu 4,37. Hasil uji proksimat pada formula 1 didapatkan nilai gizi protein 15,85 gram, lemak 21,21 gram, karbohidrat 46,86 gram, dan energi 441,73 gram. Setiap 10 keping cookies (100 gram) dapat memenuhi 79,25% RDA protein untuk usia 1-3 tahun dan 63,4% RDA protein untuk usia 4-6 tahun.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Asikin, A. N., and Kusumaningrum, I. 2017. Karakteristik Ekstrak Protein Ikan Gabus Berdasarkan Ukuran Berat Ikan Asal DAS Mahakam Kalimantan Timur. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 21(1), 137. https://doi.org/10.17844/jphpi.v21i1.21462.

Elita, E. 2017. Pemanfaatan Tempe Dan Bayam Dalam Pembuatan Nugget Analog Sebagai Pangan Fungsional Tinggi Serat.

Ginting, A., Munthe, J., Sinuhaji, L. Na. B., and Anisatulaila. 2020. Penerapan Self Efficacy Dan Pemanfaatan Biskuit Labu Kuning Sebagai Makanan Tambahan Terhadap Pencegahan Stunting Pada Gold Period Di Siosar. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 11(2). https://doi.org/10.33859/dksm.v11i2.638
Irwan. 2019. Pemberian PMT Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal Pada Balita Stunting dan Gizi Kurang. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat).

Izwardy D, Mahmud MK, Hermana, and Nazarina. 2017. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak.

Monica, C., Hintono, A., and Mulyani, S. 2020. Karakteristik Permen Karamel Susu Kedelai dengan Penambahan Jahe. Jurnal Teknologi Pangan, 4(2), 110–116.

Pertiwi, S. R. R., Kusumaningrum, I., and Khasanah, U. 2018. Formulasi Crispy Cookies Berbahan Baku Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Termodifikasi. Jurnal Agroindustri Halal, 4(1), 68–78.

Rismaya, R., Syamsir, E., and Nurtama, B. 2018. Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning Terhadap Serat Pangan, Karakteristik Fisikokimia Dan Sensori Muffin. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 29(1), 58–68. https://doi.org/10.6066/jtip.2018.29.1.58
TNP2K. 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). 2.
Diterbitkan
2022-06-30
Bagaimana Mensitasi
Susyani, S., Shalsabilah, L., Rianti, N., & Veronica, W. (2022). COOKIES TEPUNG IKAN GABUS (Channa Stiarata) DAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN PENAMBAHAN SELAI TEMPE SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN UNTUK BALITA STUNTING. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 5(1), 27 - 32. https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v5i1.469