KARAKTERISASI SYNGAS GASIFIKASI DOWNDRAFT BATUBARA DENGAN VARIASI UKURAN BUTIR BATUBARA DAN PEMURNIAN SYNGAS MENGGUNAKAN ABSORBER DENGAN VARIASI LAJU ALIR ABSORBEN

Aida Syarif(1 ), Irawan Rusnadi(2), Febran Agum Pratama(3), Elza Febrianty Angraini(4)

(1) Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia
(2) Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia
(3) Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia
(4) Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 488 , PDF Unduh: 311
Kata Kunci: downdraft gasification, grain size, temperature rise, syngas, absorber, absorbent

Abstrak

Indonesia memiliki 106.845 milyar ton batubara dan total cadangan sebanyak 30.19% dari total batubara yang ada di Indonesia. Salah satu diversifikasi energi batubara yaitu melalui peningkatan pemanfaatan batubara kualitas rendah menjadi gas melalui proses gasifikasi batubara. Proses gasifikasi batubara akan menghasilkan gas produser berupa gas sintetis (syngas) dengan komponen utama terdiri dari karbon monoksida (CO), hidrogen (H2), dan metana (CH4). Selain komponen utama tersebut syngas juga masih memiliki kandungan senyawa pengotor yaitu CO2 dan H2S sehingga perlu dilakukan proses pemurnian menggunakan absorben air (H2O).  Berdasarkan uji variasi ukuran partikel batubara yang digunakan, batubara dengan variasi -4+2 cm mengalami kenaikan suhu yang lambat dan mampu menghasilkan nyala api total (nyala-redup) selama 5 menit. dengan komposisi syngas CO2 dan CH4 sebesar 0,38% dan 2,11% sedangkan variasi ukuran batubara -8+6 cm menghasilkan CO2 tertinggi sebesar 0,82%. Proses pemurnian syngas pada absorber dengan variasi laju alir absorben air menunjukkan bahwa hasil pemurnian terbaik diperoleh dengan menggunakan laju alir 2 L/menit dengan efektivitas penyerapan CO2 sebesar 39,87%, kadar CO2 setelah pemurnian 2,82%, kadar H2S setelah pemurnian. 12 ppm dan metana setelah pemurnian 3,87%.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Author Biographies

Aida Syarif, Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Indonesia memiliki 106.845 milyar ton batubara dan total cadangan sebanyak 30.19% dari total batubara yang ada di Indonesia. Salah satu diversifikasi energi batubara yaitu melalui peningkatan pemanfaatan batubara kualitas rendah menjadi gas melalui proses gasifikasi batubara. Proses gasifikasi batubara akan menghasilkan gas produser berupa gas sintetis (syngas) dengan komponen utama terdiri dari karbon monoksida (CO), hidrogen (H2), dan metana (CH4). Selain komponen utama tersebut syngas juga masih memiliki kandungan senyawa pengotor yaitu CO2 dan H2S sehingga perlu dilakukan proses pemurnian menggunakan absorben air (H2O).  Berdasarkan uji variasi ukuran partikel batubara yang digunakan, batubara dengan variasi -4+2 cm mengalami kenaikan suhu yang lambat dan mampu menghasilkan nyala api total (nyala-redup) selama 5 menit. dengan komposisi syngas CO2 dan CH4 sebesar 0,38% dan 2,11% sedangkan variasi ukuran batubara -8+6 cm menghasilkan CO2 tertinggi sebesar 0,82%. Proses pemurnian syngas pada absorber dengan variasi laju alir absorben air menunjukkan bahwa hasil pemurnian terbaik diperoleh dengan menggunakan laju alir 2 L/menit dengan efektivitas penyerapan CO2 sebesar 39,87%, kadar CO2 setelah pemurnian 2,82%, kadar H2S setelah pemurnian. 12 ppm dan metana setelah pemurnian 3,87%.

Irawan Rusnadi, Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Indonesia memiliki 106.845 milyar ton batubara dan total cadangan sebanyak 30.19% dari total batubara yang ada di Indonesia. Salah satu diversifikasi energi batubara yaitu melalui peningkatan pemanfaatan batubara kualitas rendah menjadi gas melalui proses gasifikasi batubara. Proses gasifikasi batubara akan menghasilkan gas produser berupa gas sintetis (syngas) dengan komponen utama terdiri dari karbon monoksida (CO), hidrogen (H2), dan metana (CH4). Selain komponen utama tersebut syngas juga masih memiliki kandungan senyawa pengotor yaitu CO2 dan H2S sehingga perlu dilakukan proses pemurnian menggunakan absorben air (H2O).  Berdasarkan uji variasi ukuran partikel batubara yang digunakan, batubara dengan variasi -4+2 cm mengalami kenaikan suhu yang lambat dan mampu menghasilkan nyala api total (nyala-redup) selama 5 menit. dengan komposisi syngas CO2 dan CH4 sebesar 0,38% dan 2,11% sedangkan variasi ukuran batubara -8+6 cm menghasilkan CO2 tertinggi sebesar 0,82%. Proses pemurnian syngas pada absorber dengan variasi laju alir absorben air menunjukkan bahwa hasil pemurnian terbaik diperoleh dengan menggunakan laju alir 2 L/menit dengan efektivitas penyerapan CO2 sebesar 39,87%, kadar CO2 setelah pemurnian 2,82%, kadar H2S setelah pemurnian. 12 ppm dan metana setelah pemurnian 3,87%.

Febran Agum Pratama, Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Indonesia memiliki 106.845 milyar ton batubara dan total cadangan sebanyak 30.19% dari total batubara yang ada di Indonesia. Salah satu diversifikasi energi batubara yaitu melalui peningkatan pemanfaatan batubara kualitas rendah menjadi gas melalui proses gasifikasi batubara. Proses gasifikasi batubara akan menghasilkan gas produser berupa gas sintetis (syngas) dengan komponen utama terdiri dari karbon monoksida (CO), hidrogen (H2), dan metana (CH4). Selain komponen utama tersebut syngas juga masih memiliki kandungan senyawa pengotor yaitu CO2 dan H2S sehingga perlu dilakukan proses pemurnian menggunakan absorben air (H2O).  Berdasarkan uji variasi ukuran partikel batubara yang digunakan, batubara dengan variasi -4+2 cm mengalami kenaikan suhu yang lambat dan mampu menghasilkan nyala api total (nyala-redup) selama 5 menit. dengan komposisi syngas CO2 dan CH4 sebesar 0,38% dan 2,11% sedangkan variasi ukuran batubara -8+6 cm menghasilkan CO2 tertinggi sebesar 0,82%. Proses pemurnian syngas pada absorber dengan variasi laju alir absorben air menunjukkan bahwa hasil pemurnian terbaik diperoleh dengan menggunakan laju alir 2 L/menit dengan efektivitas penyerapan CO2 sebesar 39,87%, kadar CO2 setelah pemurnian 2,82%, kadar H2S setelah pemurnian. 12 ppm dan metana setelah pemurnian 3,87%.

Elza Febrianty Angraini, Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Indonesia memiliki 106.845 milyar ton batubara dan total cadangan sebanyak 30.19% dari total batubara yang ada di Indonesia. Salah satu diversifikasi energi batubara yaitu melalui peningkatan pemanfaatan batubara kualitas rendah menjadi gas melalui proses gasifikasi batubara. Proses gasifikasi batubara akan menghasilkan gas produser berupa gas sintetis (syngas) dengan komponen utama terdiri dari karbon monoksida (CO), hidrogen (H2), dan metana (CH4). Selain komponen utama tersebut syngas juga masih memiliki kandungan senyawa pengotor yaitu CO2 dan H2S sehingga perlu dilakukan proses pemurnian menggunakan absorben air (H2O).  Berdasarkan uji variasi ukuran partikel batubara yang digunakan, batubara dengan variasi -4+2 cm mengalami kenaikan suhu yang lambat dan mampu menghasilkan nyala api total (nyala-redup) selama 5 menit. dengan komposisi syngas CO2 dan CH4 sebesar 0,38% dan 2,11% sedangkan variasi ukuran batubara -8+6 cm menghasilkan CO2 tertinggi sebesar 0,82%. Proses pemurnian syngas pada absorber dengan variasi laju alir absorben air menunjukkan bahwa hasil pemurnian terbaik diperoleh dengan menggunakan laju alir 2 L/menit dengan efektivitas penyerapan CO2 sebesar 39,87%, kadar CO2 setelah pemurnian 2,82%, kadar H2S setelah pemurnian. 12 ppm dan metana setelah pemurnian 3,87%.

Referensi

Abineno, J. C., & Koylal, J. A. (2018). Gasifikasi limbah tempurung kemiri sebagai energi alternatif menggunakan updraft gasifier pada laju aliran udara berbeda. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 7(3), 175–180.

Aditya, K., Melisa, P., & Hadiyarto, A. (2012). Pemurnian Biogas Dari Kandungan Hidrogen Sulfida (H2s) Dengan Naoh, Cuso4, Fe2 (so4) 3 Dalam Packed Column Secara Kontinyu. Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri, 1(1), 389–395.

Ardhiany, S. (2018). Proses Absorbsi Gas Co2 Dalam Biogas Menggunakan Alat Absorber Tipe Packing Dengan Analisa Pengaruh Laju Alir Absorben NaOH. Jurnal Teknik Patra Akademika, 9(02), 55–64.

Arinaldo, D., & Adiatma, J. C. (2019). Dinamika Batu Bara Indonesia: Menuju Transisi Energi yang Adil. Jakarta: Institute for Essential Services Reform (IESR).

Effendi, R., & Siregar, I. (2021). Pengaruh Diameter Lubang Nozzle Spray Water Pada Reactor Trapping Gasifikasi Biomassa Tempurung Kelapa Terhadap Kualitas Nyala Api Dan Kuantitas Flammable Syngas. Jurnal Teknik Mesin, Vol. 9(No.01), 19–26.

Hamidi, N., Wardana, I., & Widhiyanuriyawan, D. (2011). Peningkatan Kualitas Bahan Bakar Biogas Melalui Proses Pemurnian Dengan Zeolit Alam. In Jurnal Rekayasa Mesin (Vol. 2, Issue 3).

Ngamel, Y. A., & Uwar, N. A. (2020). Karakteristik Pembakaran Ch4 dengan Penambahan Co2 untuk Model Sel Helle-Shaw pada Penyalaan Atas. Journal Of Mechanical Engineering Manufactures Materials And Energy, 4(1), 60–73. https://doi.org/10.31289/jmemme.v4i1.3792

Nugroho, A. S., & Sutjahjo, D. H. (2019). Pengaruh Variasi Ukuran Cangkang Sawit Pada Proses Gasifikasi Terhadap Performa Gasifier Tipe Updraft. Jurnal Teknik Mesin, 7(2).

Smoliński, A., & Howaniec, N. (2016). Co-gasification of coal/sewage sludge blends to hydrogen-rich gas with the application of simulated high temperature reactor excess heat. International Journal of Hydrogen Energy, 41(19), 8154–8158.

Sylvia, N., Anisa, A., & Hakim, L. (2019). Simulasi Aliran Kolom Absorpsi untuk Proses Penyerapan CO2 dengan Absorben Air menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 7(1), 1–12.

Takwanto, A., Irfin, Z., & Sudarminto, H. P. (2020). Desain Pengembangan Kompetensi Bidang Absorbsi Siswa Kimia Industri Smkn 01 Mojoanyar–Kab. Mojokerto. Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat, 7(1), 3.

Wibowo, B. A., & Rahman, A. N. (2018). Pra Rancangan Pabrik Hidrogen Dari Syngas Batu Bara Kapasitas 10.000 Ton/Tahun. Skripsi Universitas Islam Indonesia.

Winarno, A., Hendra Amijaya, D., & Harijoko, A. (2016). Sudi Pendahuluan Pengaruh Karakteristik Batubara Peringkat Rendah Cekungan Kutai Terhadap Gasifikasi Batubara (Preliminary Study Effect of Characteristic Low Rank Coal Kutai Basin Against Coal Gasification). In Promine Journal (Vol. 4, Issue 2).
Diterbitkan
2021-12-30
Bagaimana Mensitasi
Syarif, A., Rusnadi, I., Pratama, F., & Angraini, E. (2021). KARAKTERISASI SYNGAS GASIFIKASI DOWNDRAFT BATUBARA DENGAN VARIASI UKURAN BUTIR BATUBARA DAN PEMURNIAN SYNGAS MENGGUNAKAN ABSORBER DENGAN VARIASI LAJU ALIR ABSORBEN. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 4(2), 75 - 84. https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v4i2.400