INTEGRASI ETNOBIOLOGI DAN KONSERVASI

Asvic Helida(1 )

(1) Universitas Muhammadiyah Palembang
() Korespondensi Penulis
Abstrak Dilihat: 619 , PDF Unduh: 485
Kata Kunci: Etnobiologi, Konservasi, Masyarakat Kerinci

Abstrak

Etnobiologi merupakan salah satu bidang ilmu biologi yang dapat diartikan sebagai evaluasi ilmiah terhadap pengetahuan penduduk tentang biologi, termasuk didalamnya pengetahuan tentang tumbuhan (botani), hewan (zoologi) dan lingkungan alam (etnoekologi). Etnobiologi merupakan subdisiplin ilmu yang relatif baru. Namun etnobiologi telah berkembang dengan pesat. Kajian etnobiologi telah menjadi suatu lintas disiplin ilmu yang khas dan luas, baik secara teori maupun praktik. Etnobiologi saat ini tidak lagi sekedar mengkaji aspek-aspek biologi atau sosial masyarakat secara parsial, melainkan kajian yang bersifat holistik, yakni kajian aspek-aspek sosial penduduk yang terintegrasi dengan sistem ekologi. Dalam mengkaji pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam seperti tumbuhan, satwa dan ekosistem lokal yang dilakukan oleh masyarakat tempatan, umumnya menyangkut aspek-aspek sistem sosial dan ekosistem yang terintegrasi. Misalnya menyangkut factor-faktor pengetahuan lokal, pemahaman, kepercayaan, persepsi dan worldview, bahasa lokal, pemilikan/penguasaan sumberdaya lahan, system ekonomi dan teknologi, institusi sosial serta aspek-aspek ekologis seperti biodiversitas, pengelolaan adaptif, daya lenting dan penggunaan sumberdaya alam berkelanjutan. Salah satu masyarakat tempatan Indonesia adalah masyarakat Kerinci yang tinggal di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas tentang integrasi etnobologi sebagai bentuk pengetahuan lokal masyarakat Kerinci terhadap sumberdaya alam hayati beserta eksositemnya dengan konservasi sebagai bentuk pengetahuan modern.Adapun metode penulisan dilakukan dengan cara kualitatif (etnografi).  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kerinci telah memiliki pengetahuan yang baik terhadap sumberdaya alam hayati dan ekosistem yang ada di sekitar mereka, dan dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan yang mereka miliki telah terintegrasi dengan konservasi modern.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

A., Helida, Zuhud EAM., Hardjanto, Purwanto Y., and Hikmat A. 2015. “The Ethnography of Kerinci.” Komunitas International Journal of Indonesian Society and Culture 7 (2): 283–96. https://doi.org/10.15294/komunitas.v7i2.4837.

A., Pieroni. 2001. “Evaluation of the Cultural Significance of Wild Food Botanicals Traditionally Consumed in Northwestern Tuscany, Italy.” Journal of Ethnobiology 21 (1): 89–104.

AMA., Rachman. 2006. “Manusia Dan Hutan : Suatu Kerangka Fikir Tridharma Perguruan Tinggi.” Media Konservasi 11 (1): 32–37.

AT., Rambo. 1983. “Conseptual Approaches to Human Ecology.” Honolulu, Hawai.

Creswell, John W. 2009. “Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed.” In Research Design Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches, 3rd ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

E., Iswandono, Zuhud EAM., Hikmat A., and Koesmaryandi N. 2015. “Integrating Lokal Culture into Forest Conservation: A Case Study of The Manggarai Tribe in Ruteng Mountains, Indonesia.” Jurnal Manajemen Hutan Tropika (Journal of Tropical Forest Management) 21 (2): 55–64.

EAM., Zuhud. 2013. “Kedaulatan Kampung Konservasi Biodiversitas Hutan Dan Kesehatan Manusia Indonesia.” Edited by Suharjito D and Haryanto RP. IPB Press.

EN, Anderson. 2011. Ethnobiology: Overview of a Growing Field. Edited by Turner JN Anderson EN, Pearsal DM, Hunn ES. Ethnobiolo. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

G., Eken, Bennun L., Brooks M.T., and Darwall W. 2004. “Key Biodiversity Areas as Site Conservation Targets.” Bioscience 54 (12): 1110–1118.

GG, Marten. 2001. “Human Ecology Basic of Consept for Sustainable Development.” Earthscan Publication Ltd.

H, Soedjito, and Sukara E. 2006. “Mengilmiahkan Pengetahuan Tradisional Sumber Ilmu Masa Depan Indonesia.” In Kearifan Tradisional Dan Cagar Biosfer Di Indonesia, edited by Soejito. LIPI, Bogor: Komite MAB Nasional Indonesia – LIPI Press.

Hidayati S. 2013. “Analisis Penerapan Pengetahuan Etnobotani Masyarakat Baduy Dalam Ketahanan Pangan.” Institut Pertanian Bogor.

Irawan P. 2006. “Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial.” Jakarta: Universitas Indonesia.
Jumari. 2012. “Etnobiologi Masyarakat Samin.” Bogor.

M, Hendra. 2009. “Etnoekologi Perladangan Dan Kearifan Botani Lokal Masyarakat Dayak Benuaq Di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.” Bogor.

N., Quansah. 2004. “The Neglected Key to Successful Biodiversity Conservation and Appropriate Development : Lokal Traditional Knowlegde.” Ethnobotany Research and Applications 2: 89–91.

Rachman AMA. 2012. “Membangun Kembali Dunia Baru Indonesia Dengan Moral Memelihara (Kunci) Kerukunan Sikap Dan Perilaku Fitrah Manusia.” Bogor.

S, Adiwibowo. 2007. “Ekologi Manusia : Mata Air Integrasi Ilmu-Ilmu Alam Dan Ilmu-Ilmu Sosial.” In Ekologi Manusia, edited by Adiwibowo S. Fakultas Ekologi Manusia IPB. Bogor (ID).

SJ., Pei. 2013. “Ethnobotany and Sustainable Use of Biodiversity.” Plant and Diversity Resources 35 (4): 401–6. http://dx.doi.org/10.7677/ynzwyj201313002.

Wiratno, Indriyo D, Syarifudin A, and Kartikasari A. 2004. Berkaca Di Cermin Retak Refleksi Konservasi Dan Implikasi Bagi Pengelolaan Taman Nasional. The Gibbon Foundation Indonesia Departemen Kehutanan, PILI-NGO Movement.

WL., Neuman. 2006. “Sosial Research Methods Qualitative and Quantitative Approaches.” 6th ed.
Diterbitkan
2021-06-30
Bagaimana Mensitasi
Helida, A. (2021). INTEGRASI ETNOBIOLOGI DAN KONSERVASI. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 4(1), 18-25. https://doi.org/https://doi.org/10.46774/pptk.v4i1.335